8 Pertanyaan Intervew Kerja Yang Perlu Diketahui dan Jawabannya
1 January 2016
Edit
Untuk
mendapatkan sebuah pekerjaan, seorang pelamar memang umumnya diharuskan
melewati beberapa tahapan yang menjadi syarat oleh perusahaan. Salah satu
tahapan yang harus dilewati oleh seorang pekerja adalah wawancara (interview).
Perusahaan memang tak mau rugi dengan setiap apa yang dilakukannya, termasuk pada
hal rekrutmen ini. Maka dalam mencapai tujuannya mendapatkan keuntungan dari
proses rekrutmen ini, perusahaan yang diwakili pihak HRD (Human Resource
Development) akan memberikan sejumlah prosedur atau tahapan kepada para pelamar
kerja. Prosedur yang salah satunya berupa tes dan wawancara ini dilakukan agar
perusahaan tak salah merekrut atau memilih orang untuk dijadikan pegawai.
Pada
proses wawancara ini, seorang pelamar kerja akan mendapatkan sejumlah pertanyaan
dari pihak HRD yang harus dijawab dengan baik. Untuk Anda yang memang akan
menjalani proses interview ini, maka Anda harus memahami dengan baik beberapa
pertanyaan yang sering dimunculkan oleh para pewawancara dari pihak HRD ini.
Lalu apa saja pertanyaan yang seringkali diajukan oleh pewawancara ini? Berikut
ulasannya.
Pertanyaan
1: “Tolong jelaskan tentang diri Anda?”
Pertanyaan
pertama yang sering diajukan oleh pewawancara dari pihak HRD adalah, “tolong
jelaskan tentang diri Anda?” Jika Anda mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka
Anda harus bisa menjawabnya dengan ringkas dan pada intinya. Jelaskan tentang
apa yang bisa Anda tawarkan dari diri Anda. Pada pertanyaan yang satu ini, si
pewawancara ingin mengetahui berapa lama pengalaman Anda, jenis perusahaan, dan
hal yang pernah dikerjakan di perusahaan lama. Jangan lupa juga untuk bisa
menghubungkan pekerjaan Anda di perusahaan lama Anda dengan passion atau
kesukaan dan hobi yang sesuai dengan pekerjaan tersebut. Dari jawaban ini, HRD
biasanya akan mampu mengetahui pengetahuan Anda, watak kepribadian dan
kemampuan Anda.
Contoh
jawaban yang baik dari pertanyaan ini adalah:
"saya pernah bekerja di bidang social media marketing selama 2 tahun. Dalam pekerjaan terakhir, saya memimpin divisi ini dengan tim sebanyak 4 orang. Saya sendiri memiliki kemampuan komunikasi pemasaran digital yang sangat baik dan kemampuan antarpersonal, dan itulah yang memungkinkan saya bekerja dibidang social media marketing ini. Saya sendiri memiliki latar belakang di beberapa perusahaan besar dan kecil. Selain komunikasi pemasaran digital juga memiliki wawasan dibidang media sosial yang up to date."
"saya pernah bekerja di bidang social media marketing selama 2 tahun. Dalam pekerjaan terakhir, saya memimpin divisi ini dengan tim sebanyak 4 orang. Saya sendiri memiliki kemampuan komunikasi pemasaran digital yang sangat baik dan kemampuan antarpersonal, dan itulah yang memungkinkan saya bekerja dibidang social media marketing ini. Saya sendiri memiliki latar belakang di beberapa perusahaan besar dan kecil. Selain komunikasi pemasaran digital juga memiliki wawasan dibidang media sosial yang up to date."
Pertanyaan 2: “Mengapa Anda meninggalkan/berniat
meninggalkan pekerjaan terakhir Anda?”
Pertanyaan
diatas memang sangat membingungkan bagi kebanyakan pelamar kerja. Jika Anda
mendapatkan pertanyaan ini maka Anda harus menjawabnya dengan nada yang mantap,
tanpa keraguan dan yang paling penting tanpa kebohongan. Jadi jika Anda memang
mendapati perusahaan lama yang kurang menghargai pekerjaan Anda maka katakan
saja demikian. Namun dalam kasus ini jangan memojokkan satu pihak dengan
menyalahkan mereka dan seolah-olah Anda yang paling benar.
Contoh
jawaban yang baik dari pertanyaan dengan kasus sebelumnya adalah:
"perusahaan memang telah banyak berubah dari saat saya memulai bekerja pada hari pertama. Perubahan yang memang membuat posisi saya semakin sulit ini dan membuat saya tidak bisa mengembangkan diri akhirnya membuat saya harus mau tak mau memutuskan untuk keluar, sebuah keputusan yang tidak terpikirkan sebelumnya."
"perusahaan memang telah banyak berubah dari saat saya memulai bekerja pada hari pertama. Perubahan yang memang membuat posisi saya semakin sulit ini dan membuat saya tidak bisa mengembangkan diri akhirnya membuat saya harus mau tak mau memutuskan untuk keluar, sebuah keputusan yang tidak terpikirkan sebelumnya."
Pertanyaan
3: “Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?”
Hati-hati
dengan pertanyaan yang satu ini, karena pertanyaan ini sangat menjebak. Bila
Anda mendapatkan pertanyaan ini Anda mau harus bisa menjawabnya dengan bijak.
Jangan hanya berorientasi uang besar saja saat Anda bekerja di sebuah
perusahaan. Meski manusia memang memiliki kewajaran jika mencari uang, namun
Anda harus menyatakan hal ini secara impilisit (sugestif). Anda memang harus
jujur, dan apabila Anda memang tertarik dengan gaji dari perusahaan tersebut,
katakan saja bahwa Anda ingin bisa lebih produktif lagi dan ingin menyongsong
masa depan yang lebih cerah lagi.
Tentu
jawaban di atas adalah sebuah contoh. Anda tak harus ikut dengan jawaban itu,
karena masing-masing orang memiliki alasan dan pandangan yang berbeda-beda
terhadap sebuah perusahaan yang dilamarnya. Bisa saja seorang pelamar melamar
pekerjaan di sebuah perusahaan karena adanya budaya kerja yang baik. Ada juga
orang yang melamar karena ia suka dengan pemimpinnya dan manajemennya, dan
alasan-alasan yang lainnya. Maka jawablah pertanyaan tersebut diatas dengan
jujur, bijak dan yang terpenting bisa membuat Anda lebih nampak produktif.
Pertanyaan 4:"Kenapa kami harus mempekerjakan
Anda?"
Pertanyaan
ini juga menjebak. Anda harus hati-hati dengan pertanyaan yang ini juga.
Umumnya pelamar akan menjawab dengan kelebihan dan kemampuan yang dimilikinya.
Bahan terkadang tak jarang ada beberapa pelamar yang melebih-lebihkan skill dan
kemampuan yang dimilikinya dihadapan pewawancara. Anda memang sah-sah saja
menyatakan kelebihan, kemampuan dan prestasi Anda dihadapan HRD. Tapi satu hal
yang perlu Anda ingat Anda tidak boleh terlalu over (berlebihan). Kenapa? Hal
ini dikarenakan tim HRD yang biasanya didominasi oleh orang-orang dari jurusan
psikologi sangat mengetahui karakter seseorang jika ia menyatakan sesuatu yang
over. Satu hal lagi yang perlu diwaspadai dan bisa menjadi bumerang buat para
pelamar adalah menyatakan kelebihannya dengan merendahkan kemampuan orang lain.
Jika hal ini Anda lakukan bersiaplah untuk dicoret dan melenggang dengan sebuah
penolakan.
Pertanyaan
5: “Apa keunggulan Anda?”
Berikutnya,
pertanyaan yang seringkali dilontarkan para pewawancara adalah tentang keunggulan
yang dimiiki para pelamar. Untuk menjawab pertanyaan ini dibutuhkan sebuah
kejujuran dan kesesuaian dengan posisi yang dilamar. Jangan sampai menyampaikan
kelebihan dan kemampuan Anda yang tidak sesuai dengan posisi yang Anda lamar
karena Anda akan dianggap kurang teliti dan tidak memperhatikan posisi yang
dilamar. Lebih dari itu Anda harus menyampaikan keahlian dan keunggulan yang
Anda miliki dengan yakin dan memang dibutuhkan oleh perusahaan. Satu hal lagi
jangan berlebihan dalam menyampaikan hal ini.
Pertanyaan 6: “Apa kelemahan terbesar Anda?”
Setelah
keunggulan, biasanya HRD akan berlanjut menanyakan kelemahan yang dimiliki
pelamar. Untuk menjawab hal ini umumnya para pelamar mengalami banyak
kesulitan. Kesulitan ini memang sangat mungkin terjadi karena saat para pelamar
diajukan pertanyaan ini mereka merasa dipososi seperti makan buah simalakama
(serba salah). Para pelamar ini menganggap jika Mereka mengungkapkan banyak
kelemahan, maka mereka bisa tidak lolos atau gagal dalam wawancara. Namun ternyata
ada satu teknik untuk bisa menjawab pertanyaan ini. Setiap manusia memang
pastinya memiliki kelemahan, namun Anda bisa menggunakan teknik pemilihan
kelemahan untuk menjadikannya sebagai kelebihan. Bagaimana caranya? Pilih saja
kelemahan seperti saya terlalu tidak sabaran untuk cepat menyelesaikan
pekerjaan atau saya mudah marah kepada diri saya ketika saya tidak
menyelesaikan dengan baik, dan lain sebagainya.
Pertanyaan
7: “Apa yang Anda ketahui dari perusahaan ini?”
Sebelum
pergi untuk interview (wawancara), seorang pelamar memang dianjurkan bahkan
diharuskan menggali informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan yang akan
Anda lamar. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan Anda akan memiliki
kemungkinan besar mendapatkan pertanyaan yang menanyakan perusahaan yang Anda
lamar. Jika Anda menjawabnya dengan baik maka Anda pandang sebagai orang yang
peduli dan serius terhadap lowongan dan perusahaan. Namun jika Anda tidak bisa
menjawab, maka Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak serius
terhadap perusahaan yang akan menjadi tempat ia bekerja.
Pertanyaan 8: “Apakah Anda ada pertanyaan untuk saya?”
Terakhir,
pertanyaan yang sering diajukan oleh pewawancara dari tim HRD adalah “Apakah Anda
ada pertanyaan untuk saya?” Pernyataan ini biasanya dilontarkan pewawancara di
akhir interview. Lalu bagaimana menjawabnya pertanyaan ini dengan baik? Seorang
pelamar memang memiliki dua pilihan dari pertanyaan ini, yaitu memberikan
pertanyaan atau tidak. Dalam kasus ini Anda sebaiknya memilih untuk mengajukan
pertanyaan. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan dengan bertanya Anda
mendapatkan nilai lebih karena Anda dianggap memiliki antusias terhadap
interview, lowongan, atau posisi dan perusahaan. Ajukan pertanyaan seperti
bagaimana deskripsi pekerjaan yang nantinya harus dijalani atau apa saja budaya
kerja di perusahaan, dan lain sebagainya.
Selamat Mencoba
Demikianlah
informasi mengenai beberapa pertanyaan yang sering muncul pada interview kerja
beserta jawaban yang tepat dan sesuai. Maka dari itu untuk Anda yang akan
merencanakan menjalankan proses interview ada baiknya Anda memperhatikan dan
memahami beberapa pertanyaan yang ada diatas agar proses interview Anda sukses
dan Anda diterima bekerja di perusahaan yang Anda inginkan.
